Statistik

Kependudukan Dalam Angka

Populasi Penduduk Kota Depok

Rasio
Pertumbuhan Penduduk

Jumlah Wajib KTP

1.430.190

Jiwa

lost
 
 

Pengertian dan definisi populasi diartikan sebagai kumpulan individu-individu sejenis pada suatu daerah tertentu. Istilah Populasi termasuk kata serapan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Inggris “Population”. Arti kata ini dipakai menjelaskan : populasi manusia, populasi kerbau, populasi ayam, populasi orang utan, populasi pohon meranti, dan sebagainya. Populasi manusia sering akrab dengan sebutan penduduk.

Lahir

 
 

Indikator angka kelahiran tahunan mencerminkan tingkat kelahiran pada suatu waktu atau tahun tertentu. Umumnya mengemukakan ukuran tentang berapa banyaknya bayi yang lahir dibandingkan dengan jumlah perempuan usia subur, pada suatu tahun tertentu untuk daerah tertentu. Indikator Angka Kelahiran tahunan merupakan cerminan kelahiran dalam bentuk penampang lintang (cross section) dan bukan bersifatlongitudinal atau histories.

Mati

Pancoran Mas 945 jiwa
Cimangggis 760 jiwa
Sawangan 381 Jiwa
Limo 252 jiwa
Sukmajaya 1352 jiwa
Beji 462 Jiwa
Cipayung 364 jiwa
Cilodong 550 jiwa
Cinere 335 jiwa
Tapos 675 jiwa
Bojongsari 324 jiwa

Mortalitas atau kematian dapat menimpa siapa saja, tua, muda, kapan dan dimana saja. Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan dengan masalah sosial, ekonomi, adat istiadat maupun masalah kesehatan lingkungan. Indikator kematian berguna untuk memonitor kinerja pemerintah pusat maupun lokal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jumlah total penduduk depok yang meninggal pada tahun 2012

sebanyak

6401 jiwa

Migrasi

Migrasi_002

Perpindahan penduduk (migrasi atau mobilitas) merupakan salah satu dari tiga komponen utama pertumbuhan penduduk yang dapat menambah atau mengurangi jumlah penduduk. Komponen ini bersama dengan kelahiran dan kematian mempengaruhi dinamika penduduk di suatu wilayah seperti jumlah, komposisi, dan distribusi keruangan. Tinjauan migrasi secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata, adanya faktor-faktor pendorong dan penarik bagi penduduk untuk melakukan migrasi, kelancaran sarana transportasi antar wilayah, dan pembangunan wilayah dalam kaitannya dengan desentralisasi pembangunan.

Analisis dan perkiraan besaran dan arus perpindahan penduduk (migrasi atau mobilitas) merupakan hal yang penting bagi terlaksananya pembangunan manusia seutuhnya, terutama di era otonomi daerah.  Apalagi jika analisis mobilitas tersebut dilakukan pada suatu wilayah administrasi yang lebih rendah daripada tingkat propinsi. Tingkat mobilitas penduduk baik permanen maupun nonpermanen justru akan lebih nyata terlihat pada unit administrasi yang lebih kecil seperti kabupaten, kecamatan, dan kelurahan/desa.

Pada hakekatnya migrasi penduduk merupakan refleksi perbedaan pertumbuhan ekonomi dan ketidakmerataan fasilitas pembangunan antara satu daerah dengan daerah lain. Penduduk dari daerah yang tingkat pertumbuhan ekonominya lebih rendah akan berpindah menuju daerah yang mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dari kacamata ekonomi, berbagai teori telah dikembangkan dalam menganalisis fenomena migrasi.  Teori yang berorientasikan pada ekonomi neoklasik (neoclassical economics) misalnya, baik secara makro maupun mikro, lebih menitikberatkan pada perbedaan upah dan kondisi kerja antardaerah atau antarnegara, serta biaya, dalam keputusan seseorang untuk melakukan migrasi. Menurut aliran ini, perpindahan penduduk merupakan keputusan pribadi yang didasarkan atas keinginan untuk mendapatkan kesejahteraan yang maksimum.

Peta Interaktif Kependudukan Kota Depok